Aku, Kamu, dan Hujan

Hari ini hujan turun lagi
Terlihat rintik-rintik air hujan bersanding menuruni jendela ruang tamuku
Tempat kita tenggelam dalam hangatnya dekapan
Menikmati sentuhan angin yang dingin sambil menunggu datangnya pelangi
Bertanya-tanya, apa yang mungkin lebih baik dari ini

Kau selalu duduk dan tak pernah berhenti tersenyum menikmatinya
Katamu, kau selalu menunggu pelangi
Mungkin karena itulah kau juga menyukai hujan
Karena pelangi terbentuk oleh rintik-rintik air hujan
Yang menggores kuas sang surya dan mencampur-adukkan warna kehidupan

Kulihat senyummu yang berpadu dengan lesung pipi itu
Sungguh manis, bahkan semut pun berhenti mencari gula setelah melihatnya
Kutatap matamu dalam-dalam, rasanya hujan ini akan segera berhenti
Karena kulihat pelangi telah terlukis dengan sempurna di matamu
Berwarna-warni, seperti hari-hariku setelah kau datang

Aku tidak ingin hujan berhenti
Aku ingin melihat senyum manis itu selamanya
Aku tidak ingin kau lepas dari dekapanku, dan memutuskan untuk pergi
Aku tidak ingin kehangatan kita diganggu oleh terik matahari
Dan oleh kenyataan yang sempat terhenti karena hujan

Aku tidak ingin kau pergi karena hujan sudah reda
Karena bagiku, kau adalah tempatku untuk pulang

Aku akan melukai semua awan dan membuat mereka menangis
Membiarkan hujan tetap turun membasahi bumi
Akan kubiarkan angin memberikan siulan terdinginnya
Memastikan kau akan selalu berada dalam dekapanku
Sampai kapanpun

 

-krisma

14 thoughts on “Aku, Kamu, dan Hujan

Leave a Comment