7 Hari

Senin, 07.30 pagi
Apa yang lebih menyebalkan daripada dipaksa bangun
Ketika kamu seharusnya masih mendekap dibawah pelukan selimut
Untuk menyambut kehidupan
Yang tidak pernah berhenti menghakimi dirimu yang muda dan renta itu?
Ah… Gigi-gigi susuku ini hanya bisa menggerutu
Namun, ada sesuatu yang berbeda
Ya, saat itu juga menjadi saat pertama aku melihatmu

Selasa, 09.12 pagi
Hari baru, namun yang kulihat masih sama seperti kemarin
Lagi-lagi kamu ada disana
Duduk manis di seberang meja
Dengan kemeja berenda yang terlihat sangat cocok berpadu
Dengan senyum manis yang terukir di wajahmu
Ah, aku menjadi penasaran denganmu

Rabu, 12.21 siang
Aneh, aku merasa diriku mulai berubah
Perkenalan denganmu membuatku keluar dari zona nyamanku
Bertemu denganmu, mulai terasa menjadi sebuah keharusan bagiku
Mendengarkan ceritamu, telah menjadi hobi baruku
Melihatmu tersenyum padaku…
Adalah momen-momen baru favoritku

Kamis, 14.40 siang
Apa yang sudah kamu lakukan?
Dopamin kini telah menyeruak dan mengambil alih tubuhku
Memaksa setiap selku untuk bahagia
Tak ada lagi aku yang malas bangun pagi
Tak ada lagi aku yang khawatir tentang penghakiman dari dunia
Yang ada hanya aku
Yang selalu tersenyum tiap dengar namamu
Dan melayang tiap kali mendengar suaramu

Jumat, 15.34 sore
Disaat semua terasa sempurna
Saat itulah kenyataan mulai datang mengganggu
Mendadak, ada yang janggal pada senyummu sore itu
Layu, seperti daun yang gugur ditiup angin
Membuat pikiranku dipenuhi skenario buruk yang mungkin terjadi
Bahwa kamu, hanya akan menjadi perandaianku saja

Sabtu, 17.22 sore
Ternyata benar yang kutakutkan
Tidak ada angin tidak ada hujan
Kamu tiba-tiba terbang bersama awan
Hilang dalam bayangan, tenggelam bersama senja
Meninggalkanku bersama kehidupan
Yang menggorok leherku dan membuang sejuta ekspektasi
Tentang aku, kamu, dan kita

Minggu, 16.00 petang
Akhirnya, kembali lagi aku disini
Sendiri, bersama dengan hujan pukul 4 sore
Yang sepertinya mengerti benar isi hati ini
Aku, kembali menjadi aku yang dulu
Kembali menjadi daun, yang tak pernah peduli pada angin

————————————–

Bukankah akan sangat menyenangkan
Jika hari Kamis terus terjadi setiap hari
Dan hari Minggu memiliki cerita yang sedikit lebih bahagia?

————————————–

Yogyakarta, ditulis dalam keheningan pukul 3 pagi
-krisma

17 thoughts on “7 Hari

    • Banyakin baca-baca puisi lain gan, terus keluarkan ide kreatifmu dalam kertas. Ntar kapan-kapan saya buat post tentang tips-tipsnya deh hehehe…

  1. Ini keren bangett… Anjaiii bagusss bagussss baguussss banget, serasa bener2 pake hati… Buat dia pasti ??? 😄😄😄 manisss bangett…

Leave a Comment